Jumat, 25 Januari 2013

Manusia lebih mulia dari Binatang

Malaikat yang diciptakan Allah dari nur (cahaya), dia tidak memiliki nafsu, itulah sebabnya malaikat itu makhluk yang paling taat kepada Allah SWT, karena itu malaikat memiliki sifat sami'na dan wata'na kepada Allah. Laa yu'shuna Allah maa amarahum wa yaf aluna maa yu'marun Artinya " Malaikat itu tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS.at-Tahri:6) Ayat ini memberikan penjelasan kepada kita bahwa malaikat itu memiliki sifat mulia karena Allah memuliakan, ia tawaduk karena tidak durhaka kepada Allah dan tidak membangkang kepada Allah bahkan tidak berani mendahului Allah swt. Laa yasbikuunahu bi alqauli wahum bi amrihi ya'lamuuna Artinya:mereka (malaikat) itu tidak berbicara mendahului Allah swt dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya (Qs.al-Anbiyah) Karena itulah ketika malaikat diperintahkan, ,maka ia senantiasa mengerjakan perintah Allah tersebut.Misalnya, ketika diperintahkan bersujud, maka ia sujud terus menerus, rukuk, maka rukuk terus menerus, bertasbih , maka bertasbih terus menerus siang malam tanpa henti-hentinya. Fasajada malaa ikata kulluhum ajmauuna. (QS.al-Hijr:30) LAA YASBIHUUNA LAILA WANNAHARU LAA YAFTURUUNA Artinya: mereka (malaikat) selalu bertasbih malam dan siang tidak henti-hentinya. (QS.al-Anbiyah:20) Sifat-sifat inilah yang membuat malaikat mulia, ia sami'na wata'na.Kemuliaan malaikat ini, manusia bisa melampaui kemuliaannya jika manusia juga memiliki sifat sami'na wata'na. Binatang diciptakan Allah hanya dibekali dengan nafsu tidak dibekali akal. Binatang ini kerjanya hanya makan, minum dan tidur serta kawin. Intinya binatang hanya mengurus urusan perutnya dan urusan nafsu birahinya. Berbeda dengan manusia, ia diciptakan Allah begitu sempurna karena diberikan akal untuk membedakan baik buruk, dan diberikan nafsu untuk memenuhi kebutuhan jasadianya. Karena itulah manusia diberikan gelar ahsan khaliqin (ciptaan yang baik). Gelar ahsan khalq ini diberikan kepada manusia karena adanya akal dan iradah (keinginan).Dengan akal manusia mampu bedakan baik dan buruk, dan iradah ia mampu memilih sesuatu yang dipandang baik, sehingga mampu mewujudkan tujuannya yang baik itu. Apa tujuannya manusia diciptakan oleh Allah, tidak lain adalah untuk beribadah.Mengapa tujuannya beribadah agar manusia itu mampu mewujudkan kesempurnaannya. WAMAA KHALAQTU AL JINNA WAL INSA ILLAA LIYA'BUDUUNA Artinya: Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali beribadah. (QS.adzan-Dzariah:56) Ayat inilah memberikan pemahaman kepada kita bahwa esensi penciptaan kita adalah menuju kesempurnaan, ketika manusia ingin sempurna hidupnya, maka ia harus mampu merealisir esensi penciptaannya yakni beribadah. Begitu juga sebaliknya, jauh dari kesempurnaan jika melakukan pembangkangan terhadap esensi penciptaannya. Wallahualam.

1 komentar: